Lelaki Ini Selalu Ditertawakan Kerana Menggali Tanah di Halaman Rumahnya Setiap Hari, Tapi Setahun Kemudian… Semua Orang yang Ketawakan dia tu Akhirnya Gigit Jari

Seorang lelaki dari luar negeri sangat suka menanam pohon dan bunga di halaman belakang rumahnya. Namun, suatu hari, sehabis menonton film “The Lord of The Rings”, lelaki ini tiba- tiba mendapatkan idea untuk menggali tanah di halaman kesayangannya.. Ia pun terus menggali tanah tersebut setiap hari, sampai satu tahun lamanya..

Setelah menggali lubang yang besar, ia pun mulai merealisasikan rencananya!

Loading...

Wah, kerangka kayu ini dibangun buat apa ya agak-agaknya?

Ternyata lelaki ini sedang membangun rumah bawah tanah, seperti yang ada di film The Lord of the Rings tersebut!

Pintu utama rumahnya sengaja dibentuk lingkaran, lalu ia juga membangun tangga di depannya.

Loading...

Sekarang masa untuk merekabentuk dalamannya lak..

Tadaaa… Ini dia rumah baru yang dibangun dan direka sendiri oleh si lelaki dan istrinya

bagaimana? Kalau dilihat dari sudut ini, mesti teringat sama rumah hobbit kan?

Nuansa didalam pun terlihat sangat nyaman dan hangat…

Rumah ini dibangun dalam waktu satu tahun, tetangga- tetangga yang melihat sampai gigit jari!

Loading...

Bagaimana menurutmu?

 

 

Doktor Ini Menolong Seorang Wanita yang Sakit Bersalin di Tengah Jalan di Gunung dan Setahun Kemudian Waktu Wanita Ini Berterima Kasih, Dia Baru Tahu Rupa-rupanya..

 

Zaman dulu, ada seorang doktor yang bernama Razak yang di suatu malam saat dia keluar dari desanya untuk mengubati pesakit di luar sana. Ketika dia berjalan di jalan gunung yang sempit, dia mendengar tangisan seorang wanita.

Walaupun takut, dia tidak boleh meninggalkan suara yang tampaknya ingin meminta tolong itu. Instinc doktornya pun berjalan dan dia terus menuju ke arah suara itu. Setelah sampai, dia menemukan seorang wanita yang saat itu sedang sakit bersalin.

Razak tidak pernah membantu orang melahirkan, tapi apa boleh buat, saat itu hanya dia yang ada di tempat itu dan dia pun terus membantu wanita itu dengan segenap kekuatannya.

Related image

Setelah hampir 2 jam, wanita itu pun melahirkan anaknya dan semuanya berjalan dengan baik. Wanita ini berkata, “Encik, terima kasih untuk pertolongan anda. Aku tidak akan pernah melupakan kebaikan Encik.” Razak berkata, “Puan, jangan terburu-buru dulu. Saya seorang diri tidak boleh membantu Puan turun ke desa. Tunggu saya sebentar di tempat yang lebih aman ini, saya akan terus berlari turun ke desa untuk mencari orang membantu anda.”

Razak berlari ke desa, mencari beberapa orang untuk membantunya dan naik kembali ke gunung tempat dia membantu wanita yang melahirkan itu. Tapi anehnya, wanita itu hilang setelah mereka sampai disana.

Setelah hampir setahun, suatu hari saat Razak keluar dari kliniknya untuk melayani orang-orang diluar, tiba-tiba cuaca berubah buruk, langit menjadi gelap dan hujan deras turun. Walaupun Razak belum berjalan terlalu jauh, tapi langit yang sangat gelap dan perjalanan yang agak menanjak membuat perjalanan itu menjadi agak berbahaya dan dia memutuskan untuk berteduh di bawah sebuah tempat penginapan.

Razak kemudian memesan sate dan sedikit makanan kecil untuk menghangatkan diri. Belum lama setelah dia duduk, tiba-tiba ada seorang atuk tua berjenggot panjang yang datang menghampiri dia.

Image result for kubur lama

Atuk ini kemudian tertawa, “Ah, bukankah anda Razak.” Razak menjawab, “Benar. Sayalah itu.” Setelah mendengar jawaban itu, si atuk berkata lagi, “Ah, akhirnya kamu datang juga.”

Dia kemudian memesan lebih banyak satay dan makanan, mengundang Razak masuk ke kamar yang lebih cantik. Dipenuhi perasaan bingung, Razak mengikuti atuk tua itu. “Aku tidak ada maksud lain, Encik Razak yang baik hati. Hanya ingin berterima kasih pada anda.” Kata si atuk sambil tersenyum. “Aku tidak boleh keluar di pagi hari, kerana itu orang tua ini hanya boleh mengundang anda di malam hari.”

Melihat kebaikan si atuk, Razak pun mulai tenang dan bertanya, “Entah apa yang membuat anda harus berterima kasih kepada hamba ini?”

“Kamu sudah menolong cucu saya. Kalau bukan kerana kamu, mungkin cucu saya sudah meninggal.” Kata si atuk sambil menuangkan satay ke gelas Razak. “Aku selalu ingin berterima kasih padamu tapi selalu tidak ada kesempatan, sampai hari ini.”

Dengan rendah hati Razak berkata, “Encik, tangan saya 2 dan kaki saya 2, saya pernah bersumpah untuk menggunakan mereka sebaik-baiknya demi menyelamatkan orang. Itu sudah kewajiban saya. Lagipula begitu banyak pesakit yang saya tolong, saya tidak boleh ingat.”

Atuk tua itu menghidangkan satay ke pinggan Razak. Setelah makan, Razak menjadi agak pening dan seketika, dia melihat ada seorang wanita cantik yang muncul dari belakang atuk tua dan duduk bersama dengan mereka.

“Ini cucu saya, Tina.” Wajahnya yang kemerah-merahan membuat dia terlihat sangat cantik. Dia kemudian juga menuangkan air ke gelas Razak, “Apa kamu tidak ingat, tuan yang baik hati, setahun yang lalu di jalan gunung, anda menolong seorang wanita yang sakit bersalin. Entah saya harus bagaimana berterima kasih pada anda.”

Image result for misteri jalan kampung

Melihat wanita yang ada di depannya itu, Razak teringat masa lalunya. Dia tidak pernah menyangka kalau wanita yang dia tolong waktu itu masih hidup dan sehat. Dia senang melihat orang yang ditolongnya muncul di hadapannya.

Mereka pun minum dan berbincang-bincang bersama sampai pagi. “Atuk dan puan yang baik, saya bukanlah siapa-siapa. Hanya seorang hamba biasa. Kalau anda perlu bantuan apapun, katakan saja dan hamba akan membantu.” Atuk tua itu kemudian mengeluarkan sebuah kotak cantik yang berlapis emas, “Tuan yang baik, anda harus menerima ini. Jangan ditolak.” Di dalam kotak itu, ada banyak sekali emas dan harta berharga.

Related image

Terkejut, tapi dengan penuh ucapan syukur, Razak menerima semuanya itu. Razak berkata, di kemudian hari, tidak hanya menyimpannya untuk diri sendiri, Razak akan membagikan hadiah yang dia terima itu ke orang-orang banyak yang memperlukan. “Tuan yang baik, kalau anda dalam kesulitan, bukalah kotak ini dan pakailah apa yang ada di dalamnya.” Kata Tina dengan lembut.

Tidak lama kemudian, Razak meminum sisa air yang ada di gelasnya dan berpamitan dengan Tina serta atuk tua itu. Dia kemudian berjalan keluar rumah. Sekeluarnya dari rumah, ada angin lembut yang menerpa wajahnya dan tiba-tiba Razak tersedar.

Ketika dia melihat ke seklilingnya, tidak ada rumah, tidak ada kedai, di sampingnya hanya ada sebuah kuburan. Bagi Razak, pengalaman ini bukanlah pengalaman yang menyeramkan. Kotak harta yang ada di tangannya itu tetap ada dan tidak berubah. Tentu saja sama seperti janjinya, Razak tidak hanya tetap menjadi doktor yang diandalkan oleh desanya, dia juga menjadi seorang doktor yang membantu keperluan orang-orang miskin.

Loading...