Seorang Perompak Mengalami Detik Hitam Dalam Hidupnya Apabila Dikerjakan Cukup-cukup Oleh Tuan Rumah Selama 3 Hari 3 Malam.

Ada sebuah cerita menghebohkan yang sangat aneh tapi nyata terjadi di Rusia yang pasti buat korang semua geleng-geleng kepala. Lelaki berusia 32 tahun bernama Victor Jasinski ini pada awalnya berniat merompak seorang pemilik salon bernama Olga Zajac yang bertempat di Meshchovsk.

Namun kerana Victor tidak tahu bahwa Olga adalah pemegang tali pinggang hitam teknik Wushu, dia pun akhirnya dibelasah habis-habisan oleh pemilik salon ini!

Olga yang sudah terlatih ilmu bela diri ini pun dengan pantas membuat Victor pengsan pada saat itu. Olga akhirnya mengambil kabel hair dryerdan mengikat tangan Victor lalu membawanya ke dalam gudang. Pada waktu itu, Olga tidak menelepon polis sama sekali untuk melaporkan kejadian tersebut.

Alasannya adalah dia ingin memberikan pelajaran bagi Victor dengan mengurungnya disana selama 3 hari 3 malam. Tapi cara yang dilakukannya ini agak sedikit ekstrim dan aneh kerana Victor dijadikan layaknya budak Olga selama beberapa hari itu.

Loading...

Selama beberapa hari ditahan di ruangan itu, Olga memberikan Victor sebuah ubat bernama Viagra berkali-kali. Viagra sendiri adalah ubat kuat yang dipakai untuk orang yang mengalami impoten dan kadar satu butirnya saja cukup tinggi untuk membuat orang yang mengonsumsi menjadi seekor monster ganas yang baru saja keluar dari kandangnya.

Tetapi Olga langsung memberikan 3-5 butir ubat tersebut sekali makan!

Setelah akhirnya dibebaskan, Victor pun langsung memeriksakan dirinya ke doktor kerana dia merasa dia sudah habis 「diperas」 oleh Olga selama 3 hari tersebut. Dia pun melaporkan kejadian ini pada polis dan dia mengakui bahwa dia telah berniat merompak Olga pada awalnya. Dia meminta polis untuk menangkap dirinya beserta dengan Olga.

Loading...

Tetapi ketika diperiksa, Olga malah berkata, “Ini tuduhan palsu. Ya, kami memang melakukannya berkali-kali, tapi aku juga membelikannya celana baru dan memberikannya makan setelah itu. Aku bahkan memberikannya 2 ribu  ketika aku melepaskannya!”

Namun akhirnya keduanya dinyatakan bersalah dan dipenjara kerana perbuatan mereka.

Pelik-pelik je dunia ni..adeh!!

 

 

Gadis Kampung ini Menikahi Seorang Lelaki Bandar yang Kaya Raya, Semasa Ibu Berkunjung Hendak Melihat Anak Kami yang Pertama, Apa yang Diucapkan Mertuanya Ini Sangatlah Menyayat Hati!

 

Saya adalah seorang gadis yang besar di pedesaan. Dulu ketika kekasih saya ingin menikahi saya, orang tua menantang habis-habolehn pernikahan kami. Orang tua menganggap bahawa kekasih saya adalah orang bandar, jika saya menikah dengannya, maka sangat besar kemungkinan bahawa saya akan mendapatkan perlakukan yang tidak seharusnya nantinya oleh pihak keluarga besar dari suami saya.

Tapi, saya berpikir, asalkan suami saya baik pada saya, itu sudah cukup. Akhirnya, orang tua saya dengan berat hati membiarkan kami menikah. Setelah menikah, kami tinggal bersama dengan mertua. Benar saja, mertua saya sangat memandang rendah atas diri saya, kerana saya adalah anak dari pedesaan.

Loading...

Setelah menikah, selain saya harus kerja setiap harinya, saya juga masih harus menunggu sampai mereka sekeluarga sampai di rumah. Lama kelamaan tubuh suami saya yang begitu hangat dan perhatian perlahan mulai memudar, dia berubah menjadi dingin, jarang berbual dan bertanya-tanya kepada saya, sepertinya saya bukanlah istrinya. Saya sendiri juga seringkali merasa bahawa saya bukanlah anggota keluarga di rumah ini, hanya seorang pembantu percuma.

Setelah setengah bulan berlalu, akhirnya saya hamil. Perlakuan mertua saya pun perlahan berubah menjadi lebih baik. Saya pun tak seperti dulu lagi, yang setiap harinya kepenatan mengerjakan ini itu. Mertua saya mulai membantu saya menyelesaikan pekerjaan rumah.

Saat mengadakan perayaan 1 bulan lahiran, ibu saya sengaja datang dari desa untuk mengunjungi saya. Saat ibu tiba di rumah, bukan hanya tak mengucapkan salam, selamat datang, namun mertua saya menganggap ibu saya seolah-olah adalah seorang yang tidak kelihatan. Bahkan mereka semua langsung masuk ke kamar masing-masing.

Kerana saya takut mertua saya mengatakan hal yang tidak enak didengar yang ditujukan untuk ibu, maka saya segera membawa ibu masuk ke kamar saya. Saya menggendong bayiku dan saat ibu melihatnya, ibu begitu bahagia. Ibu juga berkata mirip sekali dengan saya saat kecil dulu, begitu comel, namun saat mendengar perkataan ibu, hatiku begitu pahit.

Tiba-tiba mertua saya masuk ke kamar dan merebut anak saya dari tangan ibu dengan ekspresi wajah yang sangat marah, berkata “Ibumu begitu kotor, bagaimana mungkin kamu membiarkannya menggendong cucuku? Kalau cucuku sakit, bagaimana?” Setelah selesai berteriak, ia menggendong anak saya ke luar. Di kamar hanya ada saya dan ibu dalam atmosfir yang begitu kaku. Saya melihat wajah ibu begitu sedih, namun saya tidak tau bagaimana cara menghibur ibu.

Saat makan malam, mertua meminta ibu untuk membereskan dapur terlebih dahulu baru makan. Namun setelah selesai membereskan dapur dan menuju ke meja makan untuk makan, tidak ada lagi makanan yang tersisa di sana. Mertua saya berkata, “Kalian kan orang desa, pastinya kalian sudah terbiasa dengan hidup hemat bukan? Sekarang, kalian makan saja makanan yang ada di dapur, kalian habiskan sisa-sisa makanan itu kerana sayang jika dibuang.

Melihat ekspresi ibuku yang begitu sedih, hatiku seakan-akan tersayat-sayat pisau tajam. Tapi saya benar-benar tidak tau harus melakukan apa. Sedangkan suami saya pun tidak bertindak sama sekali, seolah-olah tidak terjadi apa-apa.

Keesokan harinya, saat saya bangun pagi, saya melihat bahawa ibu tidak ada di kamar lagi. Ternyata ibu diam-diam pulang ke desa malam itu. Bahkan ia tidak mengucapkan selamat tinggal pada saya. Saat sudah sampai di rumah, ia baru menelepon saya, memberitahukan bahawa ia pulang kerana ada urusan mendadak. Ibu meminta saya untuk menjaga diri baik-baik. Ibu juga meminta saya untuk bertahan dan berjuang demi masa depan anak saya.

Setelah menutup telepon dari ibu, saya menangis sekuat tenaga, saya tidak tau apa yang harus saya perbuat. Saya hanya boleh menjalankan kehidupan rumah tangga saya ini dengan berusaha tegar. Setidaknya demi ibu dan anak saya.

Sumber: hwfx

Loading...